help !

Hai teman – temanku, sahabat – sahabatku, dan pembaca blogku (kalau ada). Kali ini, aku nggak akan posting tentang cerpen atau cerbung dulu. Karena apa ? karena aku lagi frustasi sekali. gatau kenapa, mungkin ini problem yang aku buat sendiri dan aku gatau gimana caranya keluar dari problem ini.

Pertama – tama, aku mau minta maaf. Aku bukan penulis, tapi aku sangat hobi menulis, setiap aku punya waktu luang, aku selalu menulis. Menghabiskan waktu berjam – jam hanya untuk mebiarkan jari – jari tanganku menari diatas keyboard. Tapi, dengan “sok” bangganya aku suka sama tulisan yang aku ketik, walau aku tahu, tulisanku ga lebih bagus dari “karangan cerita semasa liburan ala anak SD”. Aku tahu aku banyak kelemahannya, dan itu sangat membuatku frustasi.


Aku suka menulis karena aku suka membaca (baca:novel). Kadang, aku membaca novel untuk menambah referensi dan imajinasi, atau membangun mood. Tapi, moodku lebih sering langsung hancur ketika selesai membaca novel. Karena apa ? ya karena aku iri dengan kemahiran penulis novel itu saat mengakhiri cerita. Keindahan tokoh yang ia deskripsikan, tempat – tempat yang membangunkan imajinasi, dan plot yang begitu tersusun rapi.

Aku iri dengan penulis yang menyusun plot dengan rapi dan menakjubkan. Karena aku nggak bisa menyusun plot. Jujur saja, plotku selalu berantakan.

Mungkin contohnya seperti ini, akhir – akhir ini, aku lagi menulis sebuah cerpen. Sudah empat puluh dua halaman. Haha, sepanjang itu masih bisa dibilang cerpen bukan ?

Setiap aku bangun pagi aku selalu bersemangat untuk melanjutkan ceritanya. Perasaanku begitu menggebu ketika mengingat tokoh – tokoh yang aku ciptakan. Dan kini, sudah sejauh itu, aku ingin membakar semuanya !!!

Aku benar – benar frustasi !

Alasan ?

Karena aku nggak tahu harus mengakhiri ceritanya seperti apa. Aku selalu mengulang kesalahan seperti itu, padahal aku tahu, sebelum menulis harusnya aku membuat kerangka cerita supaya akhirnya jelas dan aku tidak akan frustasi.

Tapi, aku selalu yakin kalau aku bisa mengakhiri cerita walau tidak membuat kerangka. Aku hanya perlu menulis terus, dan berimajinasi. Endingnya, mungkin bisa aku pikirkan sambil berjalannya tulisan. Tapi ternyata, tidak semudah itu !

Dan kini, aku menyesal dengan salah satu tokoh ketiga yang aku buat. Tokoh ketigaku itu tidak begitu kuat kuceritakan. Padahal, dia adalah penengah untuk tokoh utama dan kedua. Aku menyesal, dan aku ingin membunuh tokoh ketiga itu.

Masalahnya, ketika tokoh ketiga muncul, aku belum memikirkan nasib akhir untuknya, dan aku keukeuh ingin ending yang bagus untuk tokoh ketiga yang menyebalkan itu.

Dan di halaman empat puluh dua itu, aku ingin hapus semuanya, mengulanginya. Tapi, aku ingin menangis dulu. Hiks.

Teman – teman yang aku sayangi, dan mungkin kalian juga sayang atau kasihan sama aku yang frustasi seperti ini. Aku ingin kalian mengomentari tulisanku, mengkritik, atau memberi alasan agar aku bisa belajar dari komentar kalian, atau hem….ah aku gatau apalagi yang harus aku tulis, pikiranku lagi tertuju pada plotku yang hancur dan tokoh ketigaku yang ingin aku bunuh itu. Pokoknya aku ingin kalian buat aku semangat. Help me please.

Tertanda yang sedang frustasi


-Didit-

Komentar

  1. Hay, tenang dulu. Aku bukan penulis jadi ga bisa kasih kamu saran ampuh keluar dari ruang frustasi (yang kamu buat sendiri)

    Aku nggak jago nulis, nggak ngerti plot atau semacamnya. Aku yakin lebih produktif kamu.

    Tapi aku coba nulis kisah aku itu untuk diri aku sendiri, supaya aku bisa baca dan ingat lagi kalau-kalau aku jadi pikun. Hahah.

    My Alter Girlfriend

    BalasHapus
  2. terimakasih atas masukannya, sangat membantu.
    oh ya, tulisanmu bagus - bagus. salam kenal

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer