BERPUTAR-PUTAR KOMEDI PUTAR

Dua Minggu ini, sebenarnya aku libur perkuliahan, tapi rasanya kenapa ya ada aja kerjaan. Tapi maksudku, bukan berarti ga ada waktu buat leye-leye atau ngulet sampai siang di kasur, ada sih, cuma berasa dikit aja. 

Bukan berarti juga aku pakai waktu libur buat belajar menghadapi UAS. Ga sama sekali, mungkin belum, entahlah belum dapat Ilham atau belum mood aja buat belajar. Kerjaanku kalau libur begini ya kalau ga nonton film ya nulis di blog. Itupun jarang, jadi selama libur ini aku NGAPAIN AJA ?

Tapi, malam ini, aku ga merasa waktuku terbuang cuma-cuma, dengan hanya berleha-leha di kasur dan ya (meratapi draft yang gapernah jadi buku) sedih ih *elap ingus*

Iseng-iseng buka twitter sambil menginformasikan bahwa aku udah POSTING cerita baru di blog ku ini. Maksudnya sih biar ada yang baca. Tapi, tetep aja, liat data statistik yang berkunjung di  blogku ini dikit banget, hampir ga ada malah.

Dari situ aku berpikir, kenapa ya ? 

Aku sendiri langsung yakin dan sadar diri kalau tulisanku ga lebih bagus dari tulisan anak SD. Untuk itu aku selalu nyari (penulis,editor,dll) yang berbakat dengan bidang ini, untuk mencomot motivasinya sehingga bisa menuliskan tulisan dan menjadikannya sebuah buku (itu mimpi aku !!!). Kebetulan, ketika aku buka twitter, ada yang nge-twitt suruh baca blognya Jia Effendi http://jiaeffendie.wordpress.com, aku baru tau sebenernya, ternyata dia adalah penulis cerpen dan puisi yang tulisannya sudah terbit di majalah-majalah. Hebat, aku langsung jatuh cinta.

Aku langsung lihat-lihat apa saja isi blognya, ternyata amat menarik dan untuk aku pribadi sangat memotivasi dan biking langsung sadar kalau tulisan aku emang salah dari awal. Tulisan aku tuh emang belum bisa lahir, ibaratnya sih, aku ngelahirinnya secara paksa, jadi deh bayinya premature *nah loh, kenapa jadi melahirkan ?
singkat cerita, aku menemukan salah satu postingan di blognya :

Tertulis dengan judul : 

Neil Gaiman About Writing


Image

“You write. That’s the hard bit that nobody sees. You write on the good days and you write on the lousy days. Like a shark, you have to keep moving forward or you die. Writing may or may not be your salvation; it might or might not be your destiny. But that does not matter. What matters right now are the words, one after another. Find the next word. Write it down. Repeat. Repeat. Repeat.
“A dry-stone wall is a lovely thing when you see it bordering a field in the middle of nowhere but becomes more impressive when you realise that it was built without mortar, that the builder needed to choose each interlocking stone and fit it in.Writing is like building a wall. It’s a continual search for the word that will fit in the text, in your mind, on the page. Plot and character and metaphor and style, all these become secondary to the words. The wall-builder erects her wall one rock at a time until she reaches the far end of the field. If she doesn’t build it it won’t be there. So she looks down at her pile of rocks, picks the one that looks like it will best suit her purpose, and puts it in.
“The search for the word gets no easier but nobody else is going to write your novel for you.”


Selamat Malam.



Komentar

Postingan Populer