Origami
Aku
pernah membaca sebuah novel. Langsung saja ya.
Si
tokoh wanita memberikan sebuah alasan mengapa ia senang menulis, “sejak kecil, aku tidak punya keahlian. Banyak
yang lebih pintar dariku. Banyak yang lebih rajin, lebih cantik, lebih kaya,
lebih baik bermain gitar, lebih bagus bernyanyi, dan lainnya. Jadi aku ingin
dunia tahu bahwa aku melakukan sesuatu sendirian, dengan baik. Bahwa aku punya
keahlian yang bisa kubangggakan.” Lalu wanita tertawa. Menertawakan dirinya
sendiri.
“suatu pagi, aku bangun dan
berpikir betapa arogannya aku. Bahwa aku ingin memiliki sesuatu yang bisa
kupamerkan pada orang lain. Itu bukanlah motivasi yang baik. Aku sadar, kita
seharusnya melakukan sesuatu bukan karena imbalan yang akan kita dapatkan
setelah itu, melainkan karena memang kita benar-benar ingin melakukannya. Jadi ada
waktu jeda saat aku berhenti menulis. Beberapa bulan kemudian aku membaca
tulisanku yang dulu. Sungguh, jelek sekali, jadi aku berusaha memperbaikinya. Dari
sana, aku mmulai mendapat inspirasi untuk menulis sesuatu yang baru. Seja itu
aku mendapat alasan kenapa aku akan terus menulis: karena merupakan terapi
untukku. Membuatku tidur lebih nyenyak, seakan menulis adalah pil penenang.” Dia
berhenti berbicara, menyisakan durasi penuh keheningan saat dia menghela npas,
lalu berkata lagi, “Tamat. Begitulah
kisahnya”
Entahlah,
itu semua seperti bagaimana aku saat ini dan beberapa tahun terakhir. Aku merasakan
begitu senangnya ketika aku menulis dan begitu frustasi saat tak bisa menulis. Aku
serius. Dulu aku pernah menulis, senang menulis, dan suatu saat aku mengalami
masa dimana aku membenci itu semua karena aku sama sekali tidak memiliki
sesuatu pun yang bisa ditulis (baca: buntu ide) dan ketika aku membaca
tulisan-tulisanku sebelumnya, hanya perasaan jijik yang muncul saa itu. Tulisanku
benar-benar buruk, jelek dan sudah layak untuk ku buang ke tempat sampah. Alhasil
semuanya memang benar-benar berakhir di tempat sampah. Menyedihkan.
Dan
satu lagi, ketika menulis tujuanku hanya satu: mendapatkan honor. Padahal cih ga ada satupun tulisanku yang aku
kirimkan, untuk apa juga ? aku belum terlalu pede dengan tulisanku. Tapi (hahaha) dengan arogannya kau menulis
karena itu. Ingin mendapatkan honor.
~D~
Komentar
Posting Komentar