DUNIA MAAFKAN AKU !

AKU. Ingin tanpa aku berkatapun kalian mengerti apa yang aku rasakan. Terdengar begitu egois, tapi memang seperti itulah aku. Jadi, maafkan aku. Sungguh.

Di keluargaku, aku termasuk orang yang tidak banyak bicara. Kalau mama menyuruhku mengambilkan sesuatu, aku jarang sekali bilang, “YA” aku hanya segera pergi dan melaksanakan suruhannya. Dan jika dia mengomel karena suruhannya salah, aku mengulangi suruhannya sampai benar dimatanya. Begitulah, aku malas berbicara, apalagi berdebat masalah sepele. Aku lebih memilih diam dan memendamnya saja. Sampai suatu ketika, aku benar-benar tidak bisa menahannya lagi, semua terasa berat sampai aku tidak bisa memikulnya sendiri.

Masalahnya hanya sepele. Benar-benar sederhana saja, tapi menumpuk seiring berjalannya waktu, menggunung dan hampir roboh. Sebentar lagi pertahananku akan menguap, mungkin jadi emosi.
Dunia, maafkanlah aku yang begitu menyebalkan pada semua orang. Aku jarang berkata tapi sekali aku berkata, pasti menyakiti hati orang lain. Dunia, apakah ini buah dari aku yang hanya selalu memendam amarah tanpa pernah beraksi apapun ketika marah ?

Kata orang, menangis adalah hal yang dapat membantu meringankan beban, ya setidaknya, hal itu akan menenangkan pikiran kita. Aku jarang sekali menangis hanya karena kesal, aku hanya merasa cukup dengan memendamnya saja untuk diriku sendiri.

Dunia maafkan aku, aku benar-benar menangis sekarang. Mungkin aku sedang gelap mata dan gelap hati, menjadikan semua orang adalah salah dimataku. Mau bagaimana lagi ? aku ingin orang-orang itu mengerti apa yang aku rasakan tanpa pernah aku berkata. Apa aku salah seperti ini ? masih untung aku melampiaskannya dengan menangis dan menulis, tidak berlari ke arah yang negatif, untunglah aku masih mempunyai Allah dan imanku sendiri. Meski aku mengakui terkadang aku merasa goyah.

Dunia, aku benar-benar merasa bahwa aku makhluk yang paling egois, aku selalu kesal pada orang yang banyak bicara dan banyak mengomentari orang lain ini dan itu. Aku selalu ingin membungkam mulut orang yang banyak bicara.

Dunia, kenapa aku ingin hanya ada sepi di sekitarku ? kenapa aku selalu sulit untuk berbaur dengan orang lain ? kenapa aku hanya menyukai mengamati orang lain, menebak apa yang sedang orang lain lakukan, lalu menyimpannya di pikiran. Kenapa aku tidak pernah berani untuk berbicara ? apa karena perkataan yang selalu ku lontarkan itu terlalu sering mengiris hati orang ? Oh banyak sekali kesalahanku.

Dunia maafkan aku yang terlalu mengambil hati pada setiap perkataan atau perbuatan seseorang. Aneh sekali, tanpa pernah orang itu bicara, ketika orang itu hanya memandangku, aku bisa mengartikan dengan jelas tatapannya. Apa itu benci, marah, kesal, senang, atau yang lainnya. Aku paham itu semua, tapi buruknya adalah, aku menjadi selalu berpikiran negatif duluan dengan orang lain.

Dunia maafkan aku yang hanya sedikit berbicara ketika orang lain mendambakan jawaban lebih banyak dariku. Maafkan aku yang kadang tidak menyadari ada orang yang tersenyum padaku dan aku hanya meleos pergi. Maafkan aku jika aku ingin mempunyai banyak teman tapi aku sendiri menyebalkan bagi orang lain.

Dunia maafkan aku yang tidak pernah menyempatkan waktu untuk berbaur dengan teman lama, aku sangat merindukan mereka. Tapi entahlah akhir-akhir ini, aku sedang merasa senang dengan sendiri.
Dunia maafkan aku yang tidak pernah bisa memanfaatkan waktu. Aku sendiri tidak ingin waktuku diusik oleh orang lain, aku adalah orang yang tidak ingin di perintah jika itu tidak bermanfaat untukku, aku selalu menyesal jika waktuku habis percuma karena aku mengurusi orang lain.

Dunia, terdengar begitu menyeramkan kan hidupku ?

Ketika sendiri, aku bahkan tidak bisa memanfaatkan waktuku sebaik mungkin. Aku terlalu banyak melamun dan berpikir akan hal yang belum terjadi. Impianku terlalu jauh dan muluk-muluk. Mungkin terdengar sederhana bagi orang lain, tapi sungguh sulit bagiku untuk digapai. Maafkan aku.

Dunia, apakah sekarang sudah memaafkan aku ?


~D~

Komentar

Postingan Populer