(Hanya) Suka Menulis
Aku sedang membaca sebuah novel
berjudul ‘Rindu’ karya Tere Liye. Penulis satu ini tidak usah diragukan lagi
kehebatannya. Tere Liye ini adalah salah satu penulis yang sangat produktif
dalam menghasilkan karya, dan hal itu tidak perlu diragukan lagi. Oke, aku
tidak begitu mengenal bagaimana ‘Tere Liye’ itu sendiri jadi aku tidak akan
membahasnya, aku hanya ingin mengutip suatu kalimat dari buku karyanya yang
satu ini.
Seorang
gadis bernama Elsa bertanya, “apakah untuk menjadi penulis kita harus banyak
membaca, Kakek Gurruta ?”
“Tentu,
Elsa, jika kau ingin menulis satu paragraf yang baik kau harus membaca satu
buku. Maka jika di dalam tulisan itu ada beratur-ratus paragraf, sebanyak
itulah yang harus kau baca” Elsa mengangguk.
Kabin Gurutta begitu berantakan, bukan berantakan karena pakaian kotor
atau barang tidak terpakai, melainkan karena begitu banyak buku yang berserakan
disana-sini. Gurutta itu gemar sekali
menulis setiap kali ada kesempatan. Sependek apapun waktu yang ia miliki, ia
pasti menyempatkan menulis sesuatu di dalam bukunya. Dan juga membaca. Bisa dikatakan,
Gurutta ini adalah penulis yang pintar, dan cerdas. Ulama mahsyur pada zaman
itu.
Membaca tulisan itu seperti
mendapatkan tamparan yang begitu keras. Sakit sekali. Bahkan aku langsung
menutup buku itu ketika membaca bagian tadi. Bukan karena apa-apa, bukan karena
aku tidak menyukainya. Aku Cuma langsung sadar diri, buku yang aku baca
bukanlah apa-apa. Hanya sedikit, dan referensi bukunya pun sama. Novel.
Itulah kenapa aku tidak begitu kuat
dalam menulis, semua mungkin tersendat karena ‘faktor membaca’ku yang sangat
kurang. Bayangkan saja itu bukan sebuah peng-ibaratan sebagaimana yang Gurutta tadi katakan bahwa untuk menulis
satu paragraf yang baik, kau harus membaca satu buku. Itu semua benar adanya.
Jadi, bagaimana aku harus memulainya
?
Okay, mulai sekarang aku tidak akan hanya suka menulis, aku juga akan
menyukai dan menikmati sebuah bacaan. Selamat Pagi.
~D~
Komentar
Posting Komentar