Ketidak Sempurnaan

ketidak sempurnaan
Mimpi itu malah membuatku semakin tidak nyaman dengan kenyataan. Seperti beban yang harus selalu kubawa kemanapun ku pergi. Andai kata, kamu berhenti berjalan dan berbalik kembali lari padaku, aku tidak akan merasakan hal buruk seperti ini. Kamu membuatku menjadi lelah bermimpi dan berjuang untuk mimpiku sendiri. Kau pembunuh mimpiku dan semua harapanku. Aku benci dan terlalu sakit jika harus mendambamu setiap saat tanpa pernah kamu membalasnya.

Kamu penuh rahasia.

Tanpa pernah kamu membagi semuanya padaku, aku rela walau rahasiamu itu akan menjadi beban untukku. Aku rela, karena aku sungguh mencintaimu.

Kamu pernah bilang, cintamu padaku tidak akan pernah bisa sempurna karena kamu masih mengharap orang lain, dan aku hanyalah gadis baru yang datang di kehidupanmu. Sedikit membuat hatimu goyah karena aku selalu bersamamu kemanapun kamu pergi…….pada saat itu.

Tapi sekarang, gadis yang kamu sukai dan yang kamu selalu jaga hatinya itu muncul dan kamu mengenalkannya padaku. Sangat menyenangkan bagimu melihat –mungkin- aku terlihat terbuka dengan kehadirannya. Padahal, itu semua terasa menusuk jantung dan membuat sesak dada.

Di tengah ketidaksempurnaan cinta itu, kamu berjuang untuk selalu membahagiakan gadis itu. Dan tanpa kamu sadari, ketika kamu memintaku untuk membantu menyusun cara agar gadis itu selalu bahagia, aku hanya bisa pasrah menerima nasib yang menimpaku, bagai batu kerikil yang begitu banyak menimpuk kepalaku. Hal itu tidak membuatku sakit kepala melainkan membuatku sesak napas.

Dalam hal ini, siapakah yang salah dan terlambat datang ?

Aku yang baru bertemu dengannya belum lama ini dan dengan seenaknya menyimpan cinta ?

Atau.

Gadis yang penuh kenangan bagi lelaki itu di masa lalu dan muncul lagi baru-baru ini ?

Pada akhirnya, pertanyaan pertamalah yang benar, aku yang terlambat datang dan tanpa aba-aba langsung menyukainya tanpa batas. Apanya yang tanpa batas ? baru saja aku merasakan perasaan itu, aku langsung diharuskan membabat habis rasa cinta itu. Karena gadis itu. Ya, gadis tidak bersalah yang terpaksa aku anggap salah.

Sepintar apapun aku memaksanya untuk menerimaku, cinta itu tidak akan sempurna karena ada orang lain yang sudah seharusnya menempati tempat paling indah di hati lelaki itu.

Hhhhh….aku mendesah, pikiranku selalu salah, perasaanku selalu bertemu jalan buntu. Tidak pernah tuntas dan hanya berakhir mengerikan.

Biarlah dia dan dia yang merasakan kesempurnaan memiliki. Mungkin lain waktu, lain kesempatan, lain hari, dan lain-lainnya, aku bisa sama seperti lelaki itu dan gadisnya. Merasakan kesempurnaan cinta dengan seharusnya.



~D~

Komentar

Postingan Populer