Ketidak Sempurnaan
![]() |
| ketidak sempurnaan |
Mimpi
itu malah membuatku semakin tidak nyaman dengan kenyataan. Seperti beban yang
harus selalu kubawa kemanapun ku pergi. Andai kata, kamu berhenti berjalan dan
berbalik kembali lari padaku, aku tidak akan merasakan hal buruk seperti ini.
Kamu membuatku menjadi lelah bermimpi dan berjuang untuk mimpiku sendiri. Kau
pembunuh mimpiku dan semua harapanku. Aku benci dan terlalu sakit jika harus
mendambamu setiap saat tanpa pernah kamu membalasnya.
Kamu
penuh rahasia.
Tanpa
pernah kamu membagi semuanya padaku, aku rela walau rahasiamu itu akan menjadi
beban untukku. Aku rela, karena aku sungguh mencintaimu.
Kamu
pernah bilang, cintamu padaku tidak akan pernah bisa sempurna karena kamu masih
mengharap orang lain, dan aku hanyalah gadis baru yang datang di kehidupanmu. Sedikit
membuat hatimu goyah karena aku selalu bersamamu kemanapun kamu pergi…….pada
saat itu.
Tapi
sekarang, gadis yang kamu sukai dan yang kamu selalu jaga hatinya itu muncul
dan kamu mengenalkannya padaku. Sangat menyenangkan bagimu melihat –mungkin-
aku terlihat terbuka dengan kehadirannya. Padahal, itu semua terasa menusuk
jantung dan membuat sesak dada.
Di
tengah ketidaksempurnaan cinta itu, kamu berjuang untuk selalu membahagiakan
gadis itu. Dan tanpa kamu sadari, ketika kamu memintaku untuk membantu menyusun
cara agar gadis itu selalu bahagia, aku hanya bisa pasrah menerima nasib yang
menimpaku, bagai batu kerikil yang begitu banyak menimpuk kepalaku. Hal itu
tidak membuatku sakit kepala melainkan membuatku sesak napas.
Dalam
hal ini, siapakah yang salah dan terlambat datang ?
Aku
yang baru bertemu dengannya belum lama ini dan dengan seenaknya menyimpan cinta
?
Atau.
Gadis
yang penuh kenangan bagi lelaki itu di masa lalu dan muncul lagi baru-baru ini
?
Pada
akhirnya, pertanyaan pertamalah yang benar, aku yang terlambat datang dan tanpa
aba-aba langsung menyukainya tanpa batas. Apanya yang tanpa batas ? baru saja
aku merasakan perasaan itu, aku langsung diharuskan membabat habis rasa cinta
itu. Karena gadis itu. Ya, gadis tidak bersalah yang terpaksa aku anggap salah.
Sepintar
apapun aku memaksanya untuk menerimaku, cinta itu tidak akan sempurna karena
ada orang lain yang sudah seharusnya menempati tempat paling indah di hati
lelaki itu.
Hhhhh….aku
mendesah, pikiranku selalu salah, perasaanku selalu bertemu jalan buntu. Tidak pernah
tuntas dan hanya berakhir mengerikan.
Biarlah
dia dan dia yang merasakan kesempurnaan memiliki. Mungkin lain waktu, lain
kesempatan, lain hari, dan lain-lainnya, aku bisa sama seperti lelaki itu dan
gadisnya. Merasakan kesempurnaan cinta dengan seharusnya.
~D~

Komentar
Posting Komentar