Jar of Hearts

You know, I can't take one more step, towards you
Cause all that's waiting is regret
And don't you know I'm not your ghost anymore
I lost the love, I loved the most
(Jar of Hearts - Christina Perri)

Telah berpisah, namun tidak benar-benar pergi dari hati. Bagaimana bisa kau mengolah hatimu untuk tetap bertahan tanpa pernah meradang menahan rindu ?

Telah pergi, namun hanya meninggalkan luka yang teramat dalam. Bagaimana bisa kau menyembuhkan luka itu seorang diri dan membiarkannya berjalan tanpamu, mengejar cita-nya sendiri sedangkan kau hanya terdiam mengaduh menahan luka.

Telah menghapusmu di kehidupannya, namun kau tidak akan pernah bisa bahkan walau di dalam mimpi. Bagaimana bisa kau hanya terdiam membiarkannya menghapus kenangan bersama satu persatu sedangkan kau berusaha untuk menguntai, mengingat masa penuh warna bersamanya, sambil menangis, menahan perasaan cinta yang terlampau indah.

Telah mengambil keputusan untuk menjadikanmu hanya sebatas teman, namun kau menetapkan keputusan untuk hanya menyukai dan mencintai dia seorang bahkan kau menyimpan perasaan indahmu untuk orang itu di tempat yang paling aman, tak terjamah oleh orang lain selain dia. Bagaimana bisa kau mempertahankan itu semua seorang diri ? berusaha mati-matian menampik orang lain yang datang dan memintamu mencintainya tapi kau enggan menerima, karena hatimu hanya untuk lelaki yang bahkan hanya memintamu menjadi teman.

Bagaimana caranya kau bisa bertingkah seolah kau setegar itu dihadapannya ? bagaimana bisa ketika bertemu kau berkilah bahwa kau tidak apa-apa. Aku tidak mengerti apa namanya itu, entah munafik, entah memang kau pintar untuk berakting. Aku hanya tidak bisa melakukan hal-hal bodoh di atas.

Hal-hal yang terlihat begitu mulia dan begitu baik hati. Seindah apapun rupamu, ketika kau berusaha menahan apapun yang menyakitkan untuk kemudian berubah menjadi air mata, kau tidak bisa menyembunyikannya. Sepintar apapun menutupi kata hati atas luka yang begitu mengiris atau apapun yang dinamakan pengkhianatan, suatu waktu kau tidak akan tahan dan hanya ingin memuntahkannya dengan perkataan yang lebih menyakitkan. Aku tahu, mungkin kau makhluk yang diciptakan paling sabar oleh Tuhan.

Aku hanya tidak akan mempercayai cerita dan kehidupan jika mengetahui bagaimana akhirnya. Kau tahu ? di akhir cerita -bahkan belum- ketika cerita cinta itu belum berakhir, kau sudah terlihat begitu sengsara, menderita, menyakitkan, mengerikan. Seperti orang yang hendak pergi jauh, sekarat. Kau pernah bilang, tak perlu berusaha menahan napas untuk melihat seseorang itu bahagia bersama orang lain. Tapi kini, seiring kau terlalu sering melihatnya bahagia bersama orang lain, seiring kau ditempa oleh banyak kesakitan karena terus mendambakan orang yang mencampakkanmu, kau bukannya semakin kuat dan terbiasa, kau malah terlihat semakin rapuh. Benteng pertahanan yang selama ini kau bangun sendiri telah hancur. Menjadi kepingan kasar yang tak terbutuhkan lagi, bahkan jika kau memungutnya untuk kemudian di bangun kembali. Hal itu sudah tidak mungkin lagi. Kau terlalu payah, bahkan untuk kembali berdiri.

Terbukti bukan ? kau tidak akan pernah kuat melawan apapun sendirian. Kau tidak akan pernah tangguh kalau kau hanya egois dan mengandalkan hatimu yang kau elu-elukan sekuat baja. Suatu saat, ketika kau tumbuh sendiri tapi kau tidak pernah berhenti meratapi nasib cinta yang tragis itu, kau akan rapuh, tumbang, dan bahkan mati di tengah perjuanganmu mengharap cinta itu kembali.

Dan lagi, rindu. Kau mungkin tak pernah bosan untuk bilang bahwa kau tidak merindukannya, tapi matamu sendiri yang bicara bahwa kau begitu kuat merindukan orang itu. Jadi, bagaimana kau bisa membohongi orang lain sedangkan hatimu saja sulit untuk dibohongi ?

Tanpa pernah kau menyadarinya, untuk setiap detik yang kau lalui, untuk setiap helaan napas yang kau hirup, kau telah membuang semuanya dengan percuma. Jika dikemudian hari kau hanya mendapatkan sesal, itu semua karena apa yang telah kau lakukan sekarang. Jika setiap detik yang kau lakukan hanya berupaya untuk menahan sesak karena rindu, tiadalah guna itu semua. Semua hanya akan berakhir menyakitkan karena kau terlihat begitu sengsara, menyakitkan, menyedihkan, mengharukan, seakan kau hidup sendiri tanpa orang yang memerdulikanmu. Padahal kau tahu, banyak orang yang begitu simpati dan berada di dekatmu ketika kau menjatuhkan air mata. Padahal kau tahu, temanmu tak segan untuk datang malam-malam hanya untuk mengetahui bagaimana keadaanmu saat itu dan hanya ingin merangkulmu untuk mengusir kepedihan yang tengah kau rasakan.

Tapi kau mengabaikan itu semua karena kau sedang merasakan pilu yang teramat. Kau hanya ingin dilihat oleh orang yang kau ingin miliki itu, kau hanya ingin seseorang itu yang memelukmu dan mengelus punggungmu untuk memberikan ketenangan. Kau hanya ingin orang yang telah menghancurkanmulah yang menghapus air matamu. Kau terlihat egois untuk situasi seperti ini, padahal kau tahu, kau sedang dikhianati, disakiti, dan kau sedang patah hati.




~D~

Komentar

Postingan Populer