Peperangan Hati
Menulis itu tidak tergantung mood ,
kamu tahu ? itu terdengar munafik ditelingaku. Ada beberapa orang yang
menuliskan dan bilang bahwa menulis hanya tergantung pada niat dan waktu. Oke,
beberapa kali aku menerapkan prinsip itu pada kehidupan menulisku, awal terasa
mudah karena akhir-akhir ini aku memang memiliki banyak waktu untuk menulis. Tapi
semakin kesini, ketika banyak yang mengganggu moodku, semua terasa berat dan
pikiranku sulit di atur.
Pernah
aku membaca sebuah buku cara menulis dari seseorang, katanya, saat menulis kita
tidak boleh diatur oleh mood, bahkan kitalah yang harus mengatur mood itu, it’s so hard you know ?
Mungkin
memang akunya yang terlalu moody. Kamu tahu moody ? ya itulah moodku yang selalu
naik ketika begitu senang dan langsung turun ketika ada sesuatu yang
menyebalkan. Dan dalam sepersekian detik moodku bisa berubah-ubah. Suatu waktu
ketika aku sedang merasa begitu senang, aku bisa menulis beberapa jam tidak
berhenti (tentunya di temani secangkir kopi dan beberapa aroma wangi). Tapi suatu
waktu pula ketika aku sedang benar-benar tidak senang, dan hanya ada hawa
menyebalkan di sekitarku, aku bisa beberapa hari buntu dan tidak menulis, hanya
meratapi cerita yang menggantung dan pikiranku yang buntu.
Sesuatu
yang dapat membuatku begitu senang adalah sunyi, aku menyukai itu karena berkat
sunyi aku bisa dengan mudah mengepak imajinasi dan menuangkannya ke dalam
tulisan. Aku sangat benci dengan bising, karena dapat membuyarkan drama yang
telah kupatri rapi di dalam otak, dan karena bising hanya akan menimbulkan
kegaduhan dalam pikiranku. Semua beradu menjadi emosi yang tidak berujung
manfaat, hanya moodkulah yang langsung turun ketika bising itu terjadi.
So
please, jangan begitu berisik kalau berada di dekatku.
Tertanda yang moodnya sedang turun
~D~
Komentar
Posting Komentar