Dunia Maafkan Aku ! (2)

Dunia maafkan aku.

Maaf untuk kamu yang sempat menyapaku, dan aku hanya meleos tanpa tersenyum apalagi menjawab sapamu. Maaf untuk kamu yang sempat bertanya padaku, “sedang apa ? perlu bantuan ?” dan aku hanya menggelengkan kepala, tanda tidak membutuhkan bantuanmu untuk menyelesaikan kesusahanku. Maaf untuk kamu yang tidak pernah aku jawab pertanyaannya bahkan untuk pertanyaan yang jawabannya singkat sekali. Dunia sungguh, aku minta maaf.

Dunia maafkan aku. Tolong….

Maaf untuk kamu yang selalu aku suruh tanpa pernah bisa aku mengerjakan suruhan itu. Maaf untuk kamu yang sempat melirik, menyapa, dan ingin berbincang padaku dan tidak lelah bertanya, “apa butuh bantuan ? kamu terlihat kesulitan”, dan aku lagi-lagi hanya menggeleng, tidak ingin ada orang yang menganggapku tidak bisa melakukan hal kecil. Aku ingin terlihat bisa segala hal, dan aku ingin mengerjakannya seorang diri. Dunia, itu terdengar mengerikan dan sungguh egois, mau memaafkanku ? aku mohon.

Dunia.

Suatu ketika ada orang yang mendekatiku, tidak bertanya apapun padaku yang sedang sibuk mengerjakan sesuatu di depan laptop, dia hanya mengamatiku dalam diam sampai beberapa menit kemudian hal itu membuatku begitu risih dan pada akhirnya aku bertanya pada orang itu, “apa tidak ada kegiatan lain selain mengamati orang lain ?” kataku sinis, dan dia hanya menghela napas untuk kemudian menjawab pertanyaanku, “tidak ada kegiatan lain yang lebih penting dibandingkan mengamati kegiatan sendirimu yang mengerikan”.

Aku berusaha untuk tidak menghiraukan pernyataannya yang langsung mengusik pikiranku, tapi apa daya, dia membuat otakku berpikir hebat untuk menyiapkan kata-kata yang akan mematikannya, tapi tiba-tiba, dia melempar pertanyaan dan membuatku terpaksa harus mendengarnya, “tidak lelah sendiri ? mengerjakan segala sesuatu seorang diri dan tidak ingin ada orang lain yang membantumu ? tidakkah itu terdengar begitu egois ?”

“untuk apa ada orang lain ? mereka hanya akan merusak moodku karena aku harus terus menyuruh mereka melakukan ini itu, aku hanya ingin aku yang memerintah diriku sendiri dan itu untuk kebaikanku sendiri. Tidak mengerti ? silahkan pergi” kataku, berusaha sebisa mungkin fokus kembali ke tugasku.

Dia benar-benar pergi detik itu juga, setelah kepergin orang itu, beberapa menit kemudian aku hanya merasakan sesak yang teramat, seperti emosi yang tertahan ditenggorokan dan aku tidak tahu bagaimana cara untuk meredamnya, karena aku hanya seorang diri. Dunia, aku  benar-benar mengerikan. Maaf. Maaf.

Dunia.

Ada saat dimana seseorang itu tidak membutuhkan orang lain sama sekali, Karena orang itu hanya membutuhkan dirinya dan Tuhan. Begitupun aku, mungkin terdengar begitu keterlaluan, tapi akhir-ahir ini aku sedang tidak membutuhkan teman untuk bercerita aku hanya butuh Allah.

Allah.

Ampuni aku yang tidak pernah berhenti menyakiti hati orang lain karena perkataanku sendiri.

Dunia.

Maafkan aku yang begitu mengerikan dan selalu menyakiti perasaan orang lain.

DUNIA MAAFKAN AKU



~D~

Komentar

Postingan Populer