WHEN IT RAINS



Banyak pengalaman berharga dalam sebuah perjalanan, semua mungkin setuju pada pendapat ini. Spekulasi aneh yang terkadang dibenarkan dan terkadang pula disalahkan. Satu langkah menuju kebenaran, terkadang membuat banyak tatapan sinis yang menghujam, entah itu disebut sok alim, sok benar, sok pintar, sok tahu, dan masih banyak lagi. Berdiri sebagai seorang “anak kemarin sore” katanya, hanya akan membuat hal yang sebetulnya adalah benar menjadi salah jika penyampaiannya tidak baik, apalagi kepada orang tua. Timing yang tepat adalah faktor utama yang akan memperkuat jalanmu. Tidak ada kata membantah sekalipun perjalananmu adalah perjalanan yang benar, tidak ada ucapan dengan nada tinggi sekalipun perkataan orang yang lebih tua denganmu adalah salah sepenuhnya. Teruslah percaya, bahwa diam bukan berarti membenarkan yang salah, dan diam bukan berarti tidak menyiapkan hal yang harus dilakukan selanjutnya. Percaya saja, semua sudah ada yang mengatur.

Kembali pada topik utama yaitu pengalaman, bagiku semua pengalaman adalah proses pendewasaan. Pengalaman baik jika disikapi dengan leha-leha hanya akan membuat perjalanan menuju dewasa menjadi “lembek” . Pengalaman buruk, jika disikapi dengan penuh bijaksana dan tanpa mengeluh, akan menciptakan pemikiran dewasa dikemudian hari. Mengapa dikemudian hari ? karena semua itu proses, dan proses adalah perjalanan waktu. Sekalipun proses itu seperti mie instan, tetap saja membutuhkan proses bukan ?

Sejatinya, semua kembali kepada pemikiran positive pribadi kita, that’s why kita akan mendapatkan apa yang dinamakan tujuan hidup kita sendiri. Puas tidak puas hanya kita yang bisa menilai, karena orang lain mungkin hanya tahu ketika kita sukses saja atau saat kita jatuh saja. Tidak pada prosesnya, mungkin kita memang punya teman yang menemani kita dalam “proses” tapi sekali lagi, hanya kita dan Allah lah yang tahu isi hati kita sendiri, tidak orang lain.

Boleh diabaikan prologku yang berantakan seperti biasa, aku hanya butuh pemanasan, itu saja. Pagi ini (ga biasanya kan pagi-pagi hehe), aku akan bercerita mengenai pengalaman yang menurutku luar biasa (tapi mungkin biasa saja menurut kalian). Oke, tidak apa-apa.

Bingung. Marah. Kesal. Ingin mengeluarkan kata kasar. Semua tidak sesuai dengan apa yang aku rencanakan. Tidak tepat waktu. Ada problem lebih dari satu tempat yang aku ada didalamnya. Stressor meningkat. Tidak sempat minum kopi di pagi hari. Terjebak macet padahal waktu sudah mepet. Dan masih banyak lagi. Pernah berada di posisi seperti ini ?

Mungkin hal itu sangat manusiawi. Yaaa manusiawi, sangat-sangat manusiawi.

Begitulah caraku mentolerir hal yang seharusnya dipertegas. Pendewasaan dan pengalaman tidak bisa dipisahkan, semua masalah adalah tentang bagaimana menyikapinya. Ketika semua kendala yang diceritakan diatas terjadi, hal yang perlu dilakukan adalah “tidak menceritakan atau mengeluhkannya pada orang lain” melampiaskan saat itu juga hanya akan menimbulkan masalah yang lebih rumit, tapi tentu saja pelarian setiap orang adalah berbeda. Ada yang melampiaskannya saat itu juga atau kita sebut saja dengan to the point, sedikit menyakitkan tapi sebagian orang dapat menerimanya dan tentu, sebagian lagi sulit untuk menerima karena dimarahi/dipermalukan didepan khalayak ramai. Ada juga orang introvert yang lebih mencintai damai dan mendiamkan semuanya sendiri. Tentu, hal tersebut tidak melulu baik, kenapa ? karena dalam sebuah permasalahan, haruslah dipecahkan bukan dipendam dan dikubur mati-matian.

Bukan berarti aku sudah hebat dalam hal ini, aku hanya ingin mencoba membiasakannya, dan aku masih buruk. Salah satu pelarian terbaik adalah hanya menuju Allah, that’s it. Tidak ada yang lain, karena lari kepada manusia hanya akan merendahkan kita tapi lari juga berserah sama Allah, InsyaaAllah, Dia akan meninggikan derajat kita.

Allah berfirman, “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan solat. Dan sesungguhnya hal itu sangat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Rabb mereka dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya” [Al-Baqarah 2 : 45-46]


-D-

Komentar

Postingan Populer