Belajar Dewasa Karena Sebuah Pengalaman
(PART 1)

Rasanya kurang lebih satu tahun ini aku berhenti menulis, padahal asalkan kalian tahu, dalam pikiranku itu banyak sekali yang ingin dituangkan, hanya saja rasanya seperti banyak hal yang menghalangi itu, dan kurasa “ketidakmauan” adalah hal utama yang menghalangiku untuk menulis lagi. Berhubung aku itu orangnya lebih banyak diam dan melamun daripada beraktifitas kesana kemari, pikiranku jadi lebih disibukan dengan ‘khayalan’ bukan ‘impian’. Aku sempat baca suatu postingan yang menyatakan bahwa berkhayal adalah sesuatu yang membuang-buang waktu, sebab berkhayal adalah mengharapkan sesuatu yang bahkan kita tidak tahu tujuannya apa, berbanding terbalik dengan impian yang memiliki  banyak tujuan dan cara untuk mencapai tujuan itu. And then, this is my real “dream”.

Sebenarnya aku tidak benar-benar tidak berbuat apa-apa selama aku berhenti menulis. Yaa meskipun kalian juga mungkin tahu bahwa hobiku hanya satu yaitu menulis. Tapi bukan berarti aku tidak bisa keluar dari zona nyamanku. Seperti kegiatanku akhir-akhir ini, memang sih banyak yang tidak penting, hanya saja akhir-akhir ini aku merasa bahwa memiliki banyak teman itu menyenangkan, pergi kesana kemari itu menyenangkan, bertemu orang baru dan terjebak dalam obrolannya itu mengasyikan, menggali ilmu dan mengorek rahasia sukses seseorang itu  sungguh luar biasa, sejauhh ini mungkin kalian sudah bisa menebak apa kegiatanku belakangan ini. Belum ? oke akan aku perjelas.


Sebetulnya aku ingin sekali subjektif menyebutkan nama temanku yang berhasil membawaku sejauh ini, yang diam-diam menanamkan motivasi dalam diriku agar masa muda ini tidak berakhir menggenaskan. Tapi aku rasa itu tidak perlu. Ya oke, berawal dari ketidaksengajaan saat aku secara resmi menjadi ketua dalam sebuah komunitas medis (sebut saja nama tim medisnya itu KPK, baca : Komunitas Peduli Kesehatan). Komunitas yang luar biasa hebat dikampusku. Komunitas yang bergerak dibidang medis, pertolongan pertama, kegawatdaruratan, pengabdian masyarakat, pendidikan kesehatan dan masih banyak lagi kegiatannya.

Dan aku, yang pada dasarnya buta akan organisasi dan apalagi tentang dunia tim medis langsung merasa bahwa ini adalah suatu “JEBAKAN” yang mau tidak mau aku ubah jebakan itu menjadi suatu yang sesuai keinginan. Baiklah, berhubung aku teramat bodoh dalam hal ini, dan kebodohanku itu selalu kelihatan, maka aku bersyukur banget ada temenku yang mau membantuku , merangkul, membimbing, tentunya dengan telaten – ya karena FYI aku ini orangnya rusuh, pengen instan, dan gak sabaran (sama aja yaa btw) - . sumpah deh, temenku yang satu ini sabaran banget orangnya, selain sangat-sangat mengerti dunia organisasi dan dunia medis, dia juga gak tanggung-tanggung ngebagi semua pengalamannya sama aku yang notabene gelap banget sama hal yang beginian. Dari awal aku menjabat sampai detik ini (sudah lengser beberapa bulan), tangan dinginnya gak pernah lepas. Apapun dia bantuin, selama aku masih bingung, terus-terusan dia bimbing, gak mikirin kalau diapun punya kesibukannya sendir, bersyukur banget. Meskipun atas bantuan yang selalu dia kasih itu aku kadang gak tau malu karena jarang berterimakasih, dia gak pernahh bosen buat bantuin, bersyukur bersyukur.

Belum pernah sih nanyain langsung kenapa dia bisa seniat ini, padahal aku –yang jadi ketuanya- aja kadang suka males-malesan, eeehh bukan kadang lagi, malahan sering banget males-malesan. Tapi dia semangat-semangat aja, oh ya, sedikitnya aku tahu kenapa dia seniat ini bantuin komunitas ini, yaitu karena dia sangat mencintai dunia medis dan dia juga mempunyai banyak target di komunitas ini. Hari-hari pertama menjabat dia selalu nanyain apa targetanku di komunitas ini, dan aku selalu bingung atas itu. Karena memang pada dasarnya aku gak mengerti tentang tim medis tapi dengan bodohnya aku mengajukan diri menjadi calon ketua umum KPK pada saat itu, haha. Modal nekat doang saat itu dan alhasil Cuma seginilah yang bisa aku kasih ke KPK, itu pun atas dasar bimbingannya.

Dan yaaaa, dari awal pas aku masih amat-amat bodoh tentang organisasi dan tim medis sampai saat ini yang sudah rada mendingan –yaa gak bodoh bodoh amatlah- karena secaraaaa aku punya anggota yang mereka itu gak boleh tau kebodohan aku, biarlah aku tetap elegan dimata mereka, meskipun pada akhirnya ketahuan juga, haha.

Pengennya sih ngebeberin apa aja kebaikan dia dan apa aja yang pernah dia lakuin buat aku (ralat) maksudnya, komunitas peduli kesehatan ini, tapi apadaya aku gakbisa ngerangkai kata, hmm. THE POINT IS, terima kasih banyak atas apa yang perna kamu lakukan, aku gak bisa balas apa-apa selain dengan doa dan terima kasih. Semoga Allah membalas segalanya dan meridhoi semuanya. Aamiin.
Semoga sampai saatnya nanti, tim medis kpk ini mencapai apa yang dinamakan target. Targetku disini mungkin tidak tercapai semua, manusia mah cuma mampu berencana, Tuhanlah yang menentukan semuanya.



-D-

Komentar

Postingan Populer