DOWN TO EARTH


Semua yang kita miliki bukanlah milik kita, bahkan diri kita pun bukanlah milik kita sendiri. Milik Allah Subhanahu Wa ta’ala, semua akan berakhir pada Allah Subhanahu Wa ta’ala. Semua akan diminta pertanggungjawabannya. Apa janji yang telah kita utarakan, bagaimana setiap detik kita habiskan, dengan siapa kita hidup, bagaimana kita hidup dengan mereka dan itu semua adalah sebagian kecil yang harus kita sadari bersama. Bahwa kita bukan siapa-siapa, kita hanya manusia, makhluk yang Allah Subhanahu Wa ta’ala beri kesempatan untuk hidup di tempat yang dinamakan Dunia atau dalam Bahasa Arab adalah Adunya yang artinya adalah tempat yang paling rendah. Sifat utama yang harus dimiliki oleh seorang hamba Allah adalah tawadhu, sifat rendah dihadapan Allah Subhanahu Wa ta’ala.

Why ?

Baca deh firman Allah Subhanahu Wa ta’ala di surat ‘Abasa (80) ayat 17-22 :

Bismillahirrahmanirrahiim…

“Binasalah manusia, alangkah amat sangat kekufurannya(17) Dari apakah Allah menciptakannya ?(18) Dari setetes air mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya (19) Kemudian Allah memudahkan jalannya (20) Kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur (21) Kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali (22)”
Maha benar Allah dengan segala Firmannya

Merupakan satu dari sekian banyak ayat yang menekankan siapa sih kita sebenernya. Allah Subhanahu Wa ta’ala ingin kita sadar bahwa kita ini hanya makhluk. Tidak ada apa-apanya, bukan siapa-siapa, yang sangat hina, tercela, buruk kalau Allah Subhanahu Wa ta’ala tidak menutupi aib-aib kita.

Tsaaah kok postingannya jadi ceramah gini ya ?

Baca juga surat Al-Alaq : yang merupakan ayat pertama yang Allah Subhanahu Wa ta’ala  turunkan. Ayat-ayat itu menekankan juga siapa kita, darimana dan bagaimana kita berasal, agar kita mengerti tentang sifat dasar yang harus kita punya, tawadhu.

Kita itu diciptakan dari ketiadaan, dari air yang sangat hina yang bahkan kita malu dengannya. Lalu, Allah Subhanahu Wa ta’ala menaikan derajat kita pelan-pelan, tapi kalau Allah Subhanahu Wa ta’ala mau, dengan mudahnya Dia akan menurunkan kita ke dalam suatu keadaan yang sangat rendah.

Tawadhu, ketika kita merasa harus rendah diri dihadapan Allah, mencoba untuk down to earth.

That moment when kita merasa ibadah kita sudah lebih baik dari orang lain, ilmu kita sudah tinggi dari orang lain, lebih baik fisiknya, lebih berwawasan dari orang lain, hilanglah sudah sifat dasar seorang hamba dalam diri kita. Yaaa Rab……..Naudzubillahimindzalik.

Tapi, jangan pernah merendahkan diri pada orang yang sombong. Merendahkan dirilah pada orang-orang yang shalih-shalihah, orang tua, orang yang berilmu, juga Nabi karena Islam itu memulia.


Wallahu’alam bissawab

-Teman, saya hanya sekedar sharing tentang apa yang sudah pernah saya dapat di kajian. Maaf jika banyak kata yang keliru, tegur jika memang salah. Saya memang belum konsisten dalam hal menulis, tapi untuk saat ini saya sangat ingin berbagi sedikit ilmu. Semoga saja, dipostingan selanjutnya pun saya dapat istiqomah untuk sharing ilmu yang lainnya. Kalian juga bisa berbagi cerita dengan saya. Silakan email atau DM saja. Jazakumullah Khairan Katsiraa.-



 -Didit-

Komentar

Postingan Populer