Begitu banyak luka yang pernah aku tanam dalam hati orang-orang
Aku hujamkan begitu banyak perkataan pahit yang menusuk
Tak dapat ku tarik, seluruhnya terlanjur tertanam dan membekas hingga kini
Nasi telah menjadi bubur, tak ada yang bisa ditolong
Pun, dengan kata maaf
Sia-sia

Berkali-kali pun ku berkata untuk dimaafkan dan diikhlaskan
Berkali-kali pun dia berkata telah memaafkan dan mengikhlaskan
Rasanya,
Ah !
Hanya ingin menangis dan terus menangis

Ya Rabbi…..
Hanya Engkaulah yang menggenggam hati
Hamba hanya mohon ingin dilapangkan…..
Yaa Rabbi…..
Yang Maha membolak-balikan hati manusia
Hanya Engkau yang bisa menetapkan keikhlasan hati seorang hamba-Mu

Duhai Pemilik Waktu,
Sang pendosa hanya bisa memohon pengampunan
Atas segalanya
Karena lisan yang tak pernah terjaga, meski setelahnya hati menyangkal bahwa bukan itu yang ku maksud


Teruntuk teman,
Sepertinya merindu sosok sepertinya adalah kesalahan
Bagaimana bisa,
Seseorang yang begitu banyak menorehkan luka padanya
Masih bisa dengan lancang mengucap, aku rindu !

Rasanya, aku tidak pantas lagi berteman dengannya
Kini yang kubutuhkan hanya berjalan kembali seperti biasanya
Berjalan sendiri tanpa dia di sampingku

Illahana..... 
lapangkanlah, lapangkanlah

Aaamiin

Komentar

Postingan Populer