Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.
Betul, luka yang
kau buat memang hanya setitik, tapi sudah sukses menyebar ke segala arah,
membuat kertas putih yang tadinya siap ditulis dengan kata-kata indah berubah
menjadi rentetan tinta kesakitan yang terlampau mengotori hati, juga kertas
putihnya. Kelengahanmu dalam berkata dan menceritakan kegundahan hati terlampau
menyakiti perasaan orang lain. Betul, kau terlalu jahat untuk orang sebaik
wanita itu.
Dengan segala
kebaikan dan perjuangannya untuk membuat kau bahagia dan tersenyum, kau balas
semuanya dengan hantaman balok besar yang langsung menjurus ke hatinya,
berdebam keras dan menyebabkan sakit yang teramat. Kau sukses memupuskan segala
harapan, senyuman dan keindahan tawanya. Kau membuatnya terpuruk.
Tapi tidak
dengan kini, wanita itu berhasil untuk bangkit dari semua kesakitan yang pernah
kau buat, berdiri tegak dan tersenyum menghadapi dunianya yang baru. Tanpamu tentunya.
Kau tak berhak sakit hati atas segala kesepian yang mendera saat ini, kau
pantas mendapatkannya. Kini, yang perlu kau lakukan adalah membuat
pilihan-pilihan baru.
Membuka lembaran
yang baru dengan sisa-sisa sesak yang masih kau rasakan ?
Atau.
Terus berusaha
memperbaiki semuanya, meski dia tidak akan pernah walau untuk sekedar menyapamu
dan itu berarti hanya kemungkinan kecil semua akan kembali, atau bahkan tidak
akan pernah sama sekali ?
-Maaf telah
merusak senjamu-
Komentar
Posting Komentar