Peraduan dan
Pengharapan
Sepersekian detik
hanya beradu dalam pengharapan pada-Nya
Tak sedikitpun
menoleh atau berkedip
Tertuju hanya pada
satu titik
Di mana kening dan
ujung hidung beradu menyatu dengan tanah
Sujud untuk-Mu yaa
Rabb
Peraduan dalam
keheningan
Mengungkap segala
kesusahan dan kepenatan
Menjejali dengan
berbagai kepedihan yang mengiris menggores luka di hati
Pedih….
Lagi,
Kekecewaanku tak
pernah berakhir karenanya,
Mengharapkan dia
sesuai dengan apa yang aku idamkan
Memujanya dengan
seluruh kesanggupanku sebagai seorang sahabat
Yang seiring
berjalannya waktu, aku tak pernah berhenti berharap agar lebih dari sekedar
sahabat
Tipu daya,
Ya semua hanyalah tipu
daya dari yang menyesatkan
Bukankah, dia
berjanji akan menyesatkan umat sampai kiamat nanti ?
Lagi,
Aku terperangkap
dalam tipu dayanya
Sungguh lemah
sekali iman ini
Rapuh bagaikan
kayu tipis yang tua, mudah retak dan goyah
Sekali ku berharap
pada dia yang kukagumi di kehidupan sekitarku
Hanya kekecewaanlah
yang menerpa seketika
Berharap ketika
aku berusaha mati-matian menjaga untuk tidak berpaling darinya
Tapi dia berada
jauh dari zona yang kuharapkan
Aku tidak merasa
lebih baik darinya dan dunianya
Justru seratus
persen kesalahan adalah ada padaku
Yang selalu
berespon atas segala perhatiannya
Yang selalu
mengharapkannya hadir di sekelilingku
Ya Rabb,
Mohon ampun karena
telah menodai jalan yang sudah kupilih ini
Masih banyak jejak
masa lalu yang tidak dapat kutinggalkan sepenuhnya
Duhai Allah, tuntunlah
aku agar selalu bisa menimba ilmu tentang islam
Memasuki islam
sedalam-dalamnya sampai akhir hayatku bersama orang-orang yang Engkau ridhoi
Aamiin
Komentar
Posting Komentar