Dzikir Dzikir Dzikir



Bismillahirrahmanirrahim……

Turunkan egomu !

Kata itulah yang selalu tertanam dalam diri saya ketika banyak keluhan yang terjadi di dalam diri. Jika masih ada ego lagi barang sedikit, turunkan lagi. Begitulah kira-kira bagaimana saya bisa sampai pada titik ini, baiklah ini memang belum berakhir. Ego yang terlalu besar dalam hati dan selalu menjadi kemalasan, keengganan, kesia-siaan dalam pengaplikasian, hanya penyesalanlah yang terjadi setelahnya. Maka dari itu, bagaimanapun caranya saya harus bisa menurunkan ego diri serendah-rendahnya, agar setiap hal yang saya lakukan dapat bermanfaat dan saya mudah mengambil hikmahnya.

Berkaitan dengan hikmah dari pekan 1 sampai pekan 5, banyak sekali yang saya dapatkan, saya bersyukur bisa menjadi bagian dari saudara-saudara di SSG 35. Dari mulai bagaimana memanajemen waktu, cara makan, bagaimana menghargai orang lain, sampai bagaimana menomorsatukan kepentingan kelompok/kebutuhan orang lain daripada diri sendiri. Waktu yang saya rasakan sepanjang diklat Sabtu-Ahad di SSG ini adalah, tidak ada 1 menit atau bahkan sedetik pun yang sia-sia, bagaimana tidak ? prinsip yang selalu ditanamkan adalah bagaimana setiap detik, setiap helaan napas adalah dzikrullah. Selalu mengingat Allah dalam setiap keadaan adalah suatu kenikmatan yang tidak dapat diungkapkan, harus dirasakan dengan sendiri. Saya bersyukur dapat merasakan kenikmatan yang luar biasa ini. Yaa Muqollibal Quluub, tsabbit qolbi alaa diniik, karena benar-benar hati ini mudah goyah, mudah untuk Allah membolak-balikan hati kita jika kita lepas berpegang teguh pada-Nya. Begitulah, menurut saya kenikmatan ini mahal harganya, tidak bisa dibayar dengan apapun selain dengan berbenah diri dan merasakannya sendiri.

Dobrak diri,

Adalah tujuan dari pekan satu sampai lima ini, melawan ego seperti yang sudah disinggung sebelumnya, melawan rasa takut, kemalasan, kesombongan dan rasa negatif lainnya yang ada pada diri. Awal dobrak diri dengan mengarungi sungai kemudian menyebranginya dengan memegang seutas tali, dengan berpegang teguh pada dzikrullah dan patuh pada apa yang pelatih minta, saya harus yakin bahwa saya bisa melewatinya dan melawannya. Walaupun ada rasa gemetar dalam diri, yakin Allah-lah yang Maha Menolong, hanya Allah yang akan membantu, dan hanya karena Allah kita selamat. Alhamdulillah, pekan satu terlewati dengan banyak mengucap syukur kepada Allah.

Long march, menurut saya pekan ini begitu menguji kegigihan hati dan bagaimana melawan rasa kemalasan yang ada pada diri. Fisik ini benar-benar belum terlatih, sedangkan untuk membela agama Allah bukan hanya pikiran saja yang dibutuhkan tapi fisik yang baik dan terlatih sangat diperlukan, sebagaimana hadist Rasulullah di bawah ini yang menjelaskan :

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu , beliau berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah ditakdirkan Allâh, dan Allâh berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan.

Saya semakin yakin bahwa saya harus berusaha menjadi muslimah yang tangguh pantang mengeluh, pantang menjadi beban. Bagaimanapun caranya, selalu tertib dan patuh apa kata pelatih dan selalu berpegang teguh pada Allah ta’alaa.

Saya tidak pernah merasa sendiri, teman-teman saya di SSG 35 adalah support system terbesar yang selalu memotivasi saya seperti yang selalu dilakukan oleh teman-teman di peleton 5, mereka selalu menyemangati dengan takbir, memegang erat tangan saya hingga saya merasakan bahwa ada energi yang mengalir ke dalam diri untuk tidak lagi berleha-leha dan mengeluh. Saya tidak sendiri, ada teman-teman saya yang juga ingin bersama-sama untuk menjadi pribadi yang BAKU (baik dan kuat) In syaa Allah teman-teman, kita pasti bisa.

Lompat ke pekan ke lima.

Melawan ego dan nafsu sendiri memang rumit, saya masih belajar dan perlu terus belajar. Sebagaimana pekan itu, banyak godaan yang melanda dari mulai revisi skripsi saya yang belum rampung, studi pendahuluan untuk penelitian yang ingin dilakukan lagi, dan lain sebagainya. Alasan-alasan yang saya cari-cari sendiri agar tidak berangkat di pekan 5 ini. Tapi seseorang menyemangati saya, “Ayo Dit ! kamu jangan sampai tidak hadir, maksimalkan waktu yang tersisa untuk mengerjakan revisi, kalau benar-benar tidak bisa datang tepat waktu, izinlah untuk datang terlambat, tapi jangan sampai tidak hadir. Ayo Dit, luruskan niat !” kata terakhir lah yang begitu terasa dihati, bagaimana tidak ? kenapa bisa-bisanya ketika Allah memanggil agar hamba-Nya semakin dekat, saya malah berusah mencari-cari alasan agar tidak usah hadir dan menghindar. Disitu saya merasa sedih dan menyesali pikiran diri sendiri. Akhirnya, saya bulatkan tekad untuk hadir pekan ini. 

Alhamdulillah, Allah menyayangi saya dan masih diberi kesempatan untuk hadir di pekan ini.
Saya yakinkan dalam hati bahwa perjalanan malam lebih mudah daripada siang hari, walaupun beban di pundak semakin terasa berat dan jalan sudah terkantuk-kantuk, pelatih teru mengintruksikan untuk berdzikir.

Dzikir ! Dzikir ! Dzikir !

Jangan pernah lepas untuk berdzikir, ingat setiap helaan napas, langkah kaki adalah dzikir, selalu sertakan Allah. Dan hal itulah yang dapat menguatkan saya sampai tahap akhir di pekan lima, melewati ketinggian dan halang rintang yang awalnya saya ragu bahwa saya bisa. Pelatih selalu bilang, ikuti apa yang diinstruksikan pelatih dan mintalah pertolongan Allah, Jangan terlalu takut dan jangan terlalu berani. Saya mencoba melakukan hal itu, karena dalam posisi seperti itu tidak ada yang bisa dilakukan selain terus berpegang teguh pada dzikrullah, berpegang teguh pada Allah serta patuh terhadap apa yang diinstruksikan pelatih.

Yaa Allah, panggil hamba terus untuk kembali bergabung dengan SSG 35. Semoga bisa sampai pada akhirnya wisuda SSG 35 nanti, aamiin



-D-

Komentar

Postingan Populer