WULAN DWISANTI
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
04 Januari 1997
Ketika itu seorang
anak perempuan dilahirkan dari Rahim seorang ibu yang sangat istimewa,
diharapkan kehadirannya oleh keluarga yang penuh dengan kehangatan, dia adalah
anak yang ditunggu kedatangannya. Saat itu, saat ini, dan sampai pada saatnya
nanti, sungguh beruntung orang-orang yang mengenal sosokmu. Waktu terus
berjalan, menghantarkannya menuju babak-babak baru kehidupan, setiap langkahnya
yang perlahan tapi pasti itu membawanya sampai pada titik ini.
Melewati setiap
babak baru kehidupan tidak melulu berada pada kata manis, zona yang nyaman,
keceriaan, tawa, senang tapi juga ada pahit, ketidaknyamanan, sedih, tangis,
kecewa, hitam. Gadis itu memahami setiap bumbu kehidupan, dan memaknainya
dengan rasa syukur. Setiap detiknya adalah pembelajaran, banyak mengenal sosok
baru diluar sana membawanya ke arus terbaik yang telah disiapkan oleh-Nya.
Karena setiap detik yang ia alami, selalu membawanya pada hal baik yang
terus-menerus membuatnya nyaman berada di sana, meski di sana ada pahit yang
terpatri rapi. Satu hal yang gadis itu tahu untuk memaknai setiap kepahitan
adalah ujian dari Allah yang merupakan suatu kenikmatan untuk senantiasa selalu
berlari mendekat pada-Nya.
Meski terkadang
harus melewati banyak rintangan oleh seorang diri, tapi gadis nan sholehah itu
tahu kemana harus mendekat, kemana harus bergantung, bersender dan mengadu
setiap kepedihan. Syukur adalah kata yang tak pernah kering dari lisannya,
selalu ia ucapkan dzikrullah sebagai pengingat untuk senantia berada pada
zona-Nya. Alhamdulillah…..
Siapa yang tidak
ingin disekelilingnya adalah orang-orang nan sholeh dan sholehah ? yang selalu
mengingatkan pada kebaikan, yang selalu berjibaku dengan hal-hal yang diridhoi-Nya
? tentu hal itu adalah syurga dunia yang tak bisa digambarkan oleh kata-kata,
kamu harus mencobanya sendiri, begitulah… gadis itu selalu mencoba dan berharap
agar sahabat-sahabat disekelilingnya memiliki visi-misi yang sama dengannya.
Gadis itu adalah sosok yang senantiasa menebar kebaikan, berbagi hal positif,
kegembiraan, kenyamanan berada disampingnya. Seperti dulu, saat dia benar-benar
diharapkan kehadirannya oleh keluarga, dan sampai detik ini dia adalah gadis
yang selalu dirindukan kehadirannya, dimaknai setiap tingkah laku baiknya,
diikuti setiap kebiasaan nan indahnya. Sholehah……indah sekali mengenal
sosoknya.
Singkat cerita
berkenalan dengan gadis itu adalah suatu anugrah yang begitu indah, lamat-lamat
mengenal sosoknya membuat teman yang berada dekat dengannya menjadi semakin
jatuh cinta. Seorang teman gadis itu mengakui, bahwa ia sungguh mencintai
sosoknya yang begitu ia kagumi. Dia tidak jatuh cinta pada hari pertama
berkenalan, melainkan proses yang begitu nikmat yang membuatnya semakin
merasakan indahnya cinta yang di rahmati oleh-Nya.
Berkenalan lebih
jauh, mengunjungi majelis-majelis ilmu, shalat di Masjid yang begitu indah,
duduk diantara orang-orang yang sholeh sholehah, sharing tentang ilmu yang baru
didapat, membantu saat membutuhkan pertolongan. Gadis itulah yang selalu dengan
cepat berada tepat disamping orang yang membutuhkannya. Qodarullah, sungguh menyenangkan kalau kalian berkenalan dengan
sosok seperti ini. Membawamu mendekat pada Sang Khaliq dan selalu istiqomah
untuk tetap seperti ini.
-D-
PS : ku kira cuma tinggal kenangan, tapi ternyata dia masih selalu ada (mewek)
Komentar
Posting Komentar