Sore hari yang indah, angin bahkan setia membuatku merasa nyaman. Di tengah keriuhan yang orang-orang sekitarku ciptakan, aku masih bisa tenang dalam duniaku. Dunia yang kubuat sendiri beserta orang-orang disekitarku. Orang-orang yang selalu bercerita dan berbagi tentang kehidupannya tanpa pernah ku mengerti mengapa mereka membaginya padaku.

Dunia, jika itu memang membantu, berikan aku sedikit kreatifitas dan kemampuan berpikir lebih untuk memberikan mereka kepuasan atas jawaban yang kuberikan. Hari yang kulalui tak pernah ku merasa sebaik orang-orang yang kulihat. Hari yang kulalui adalah hari yang paling normal yang orang lain lakukan setiap harinya. Tidak ada yang spesial, tapi entahlah aku selalu merasa senang, tenang dan nyaman.

Mungkin hal itu yang membuat sebagian temanku senang berada di dekatku. Bukan karena aku banyak bicara dan senang bergosip, aku cenderung sangat pendiam dan lebih merahasiakan segala sesuatu yang menurutku tak perlu di umbar, aku lebih senang menjadi pendengar yang baik dan memberikan masukan seperlunya.

Aku sangat suka ketika temanku memelukku dan bilang bahwa mereka lega setelah mendengar masukanku. Bahkan ada temanku yang sampai menangis karena seperti berhasil keluar dari zona ketidaknyamanannya setelah mendengar saranku.

Aku hanya tidak tahu harus bilang apa ketika mereka mengucapkan begitu banyak terima kasih, bahkan ada yang sampai memberikanku bingkisan kue sebagai ucapan terima kasihnya. Aku sungguh tidak tahu apa kelebihanku selain menuliskan surat untuk mereka, memberitahukan uneg-uneg yang selalu kurasakan pada mereka, dan terkadang hanya berbagi puisi atau menyarankannya sebuah lagu.

Aku selalu bersyukur jika itu membantu mereka, aku selalu senang jika bisa membantu orang. Tidak apa jika masalahku sendiri berantakan, tidak apa jika aku sendiri tidak membantu menyelesaikan masalah yang padahal jelas-jelas sedang kualami sendiri. Tidak apa, aku hanya senang melihat orang-orang disekitarku tersenyum.

Tapi kadang, aku membutuhkan seseorang untuk mendengar kisahku yang berantakan itu. Kadang, aku membutuhkan orang untuk tempatku berbagi keluh dan kesah. Bukan, bukan berarti teman-temanku yang tidak mau mendengar kisahku, ini memang salahku yang tidak terampil dalam bercerita.

Aku memejamkan mataku, tidur di kursi taman yang panjang di temani lagu yang keluar dai i-podku dan terpasang sempurna melalui headphone. Aku menutup mata. Lagu ini mengingatkanku pada kisah temanku.


.....

-D-

Komentar

Postingan Populer