Kembali menulis, rasanya seperti terlahir kembali. menuangkan isi pikir yang semakin mendewasa. Ada kalanya, urusan yang satu itu memang hanya bisa diselesaikan oleh aku. Ya, benar, aku dan isi pikirku sendiri. Kesibukan, keberisikan, monolog panjang yang tidak berkesudahan. Banyak makna akan setiap kehadiran, seluas apapun kita melapangkan hati, akan selalu ada celah untuk kecewa. Karena aku manusia, dia manusia, mereka semua manusia. Ya, kita semua manusia yang penuh ekspetasi. Penuh dengan isi pikir yang menggebu, penuh dengan keengganan menjadi realistis. 


-D

Komentar

Postingan Populer