Aku mungkin merasa beruntung di beberapa sisi, tapi ada banyak hal juga yang rasa rasanya aku ga sanggup memikulnya sendiri, sampai aku mengutuk habis-habisan diri ini atas segala kesialan hidup. Betul, akan ku sebut saja hal itu kesialan, tidak pernah hal itu ku harapkan datang. Bahkan walaupun hanya dalam mimpi, walau mimpi itu hanya beberapa detik saja, aku tidak pernah sanggup dan ingin membayangkan kesialan-kesialan itu datang. Mungkin memang terlalu kasar untuk disebut sebagai kesialan. Oke baik, maka apa harus kusebut hal itu sebagai takdir buruk ? 


Astaga yang benar saja, memang Tuhanmu berkenan hal itu disebut takdir buruk ? Tuhanmu pasti sudah menggariskan perkara perkara untuk jalanmu, baik buruknya tergantung cara pandangmu sih. Tuhanmu tidak memperkenankan takdir buruk menimpamu, apalagi sampai kamu bersedih, meracau sendiri dan putus asa. Tuhanmu yang katamu Maha Baik itu memang Sebenar benarnya Maha Baik, tidak menginginkan setetes pun air matamu jatuh karna kesengsaraan.


Ini hanya dunia, tempat bersusah payah dan bersedih (mungkin). Tempatmu berlelah. Kamu bisa menepi dengan solat solatmu itu, singgah di sepertiga malam milik Tuhanmu dan jatuh tersungkur ke dalam sujud sujud yang dalam. Tangismu boleh pecah di sana, Tuhanmu tidak akan menghakimi. Tuhanmu memelukmu erat dan menjanjikan syurga yang layak. 



-Situ patenggang, Ciwidey 25/06/2024

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer